Sehari Setelah Akun TikTok Alkitab Saya Dibanned
29 Januari 2026
Jam 11:30 pagi, notifikasi pertama datang. Bukan komentar, bukan like—tapi pesan singkat: posting gagal. Awalnya terasa biasa saja. Kadang memang error.
Saya buka TikTok. Saya cari akun saya.
@sukalogika
Tidak ada.
Saya coba login ulang. Di sana tertulis jelas: akun ini diblokir karena pelanggaran berat. Bukan suspend. Bukan peringatan. Langsung dihapus.
Yang membuat saya bingung: akun ini hampir tidak pernah berdebat, jarang berkomentar, dan tidak ada email peringatan sama sekali. Tidak ada strike. Tidak ada warning. Tahu-tahu hilang.
Aktivitas terakhir saya sebelum dibanned adalah mengunggah Yohanes 3:3. Hanya ayat. Background musik rohani. Tidak ada copyright. Tidak ada provokasi.
Dari situ saya mulai menduga: video itu pemicunya. Entah sistem, entah laporan massal—saya tidak tahu. Yang jelas, akun itu hilang begitu saja.
Saya langsung mengajukan appeal. Sampai tulisan ini dibuat, belum ada balasan.
Sore harinya, saya keluar sebentar. Beli siomay. Jalan pelan. Menenangkan kepala.
Di situ saya mulai merenung.
Kalau TikTok adalah harta saya, maka hari itu saya benar-benar bangkrut. Habis. Tiga tahun kerja, ratusan jam, lenyap dalam satu klik sistem.
Tapi saya tahu satu hal: harta saya bukan di sana.
Untuk catatan—ini bukan akun kecil:
- Username: @sukalogika
- Followers: 1.44K
- Following: 17
- Likes: 48.7K
- Videos: 861
Lebih dari tiga tahun, saya membagikan Firman. Sedikit demi sedikit. Konsisten.
Dan di titik ini saya semakin yakin: Firman yang sudah dibagikan tidak pernah sia-sia.
Video bisa dihapus. Akun bisa hilang. Tapi apa yang sudah masuk ke hati orang, itu bukan milik algoritma.
Malamnya saya pulang ke kos.
Saya masuk kamar, dan mendapati kasur saya basah— rembesan air dari dinding. Tidak bisa dipakai tidur.
Akhirnya saya gelar karpet outdoor, pakai sleeping bag, ditemani guling. Tidur sederhana. Agak lucu juga kalau diingat.
Di lantai itu, saya tidak merasa kalah. Saya hanya merasa sedang belajar melepaskan.
Akun saya mungkin hilang.
Tapi panggilan saya tidak.
Saya akan membuat video lagi. Entah di akun baru, entah di platform lain.
Bukan karena mau balas dendam ke sistem, tapi karena ini memang yang saya lakukan dari awal.
Bukan soal reach. Bukan soal angka.
Soal setia.
Apa yang sudah Tuhan pakai, tidak bisa dibatalkan oleh siapa pun.

Komentar