Catatan Seorang Amatir untuk Pelayanan Motret Kedukaan

Tulisan ini bukan dari fotografer profesional. Ini murni catatan pribadi saya sebagai amatir yang kemarin Senin, 19, ikut terlibat dalam pelayanan motret di suasana kedukaan. Bukan soal hasil foto yang indah, tapi soal sikap dan kepekaan.

1. Pakaian: Hitam atau Abu-abu

Pilih pakaian warna hitam atau abu-abu. Selain netral, warna ini membantu kita tidak menjadi pusat perhatian. Di momen duka, kehadiran kita seharusnya tidak terasa, namun tetap ada.

2. Bersikap Tenang dan Menghormati

Gerak pelan, tidak tergesa-gesa. Jangan mondar-mandir tanpa tujuan. Ingat, kita hadir di ruang emosi orang lain. Senyap dan tenang jauh lebih penting daripada banyak mengambil gambar.

3. Hindari Suara yang Tidak Perlu

Matikan suara shutter click. Jangan gunakan flash. Suara kecil sekalipun bisa terasa sangat mengganggu di suasana hening. Kalau perlu, cek dulu semua pengaturan kamera atau HP sebelum acara dimulai.

4. Angle Menyesuaikan Kondisi

Tidak semua momen harus diambil dari jarak dekat. Gunakan angle yang aman dan tidak mengganggu. Kalau pakai HP, manfaatkan fitur zoom.

Saya sendiri pakai Samsung A12, sudah cukup dengan 2x zoom untuk menangkap momen tanpa harus mendekat ke keluarga yang sedang berduka.

Melihat yang Tidak Dilihat Kamera Utama

Kemarin saya sadar satu hal penting: tugas kita bukan hanya memotret apa yang terlihat, tapi melihat apa yang terlewat.

Main camera biasanya fokus ke satu titik utama. Tapi kita perlu membaca ruangan: susunan kursi, ekspresi jemaat, posisi keluarga, dan keseluruhan suasana. Dengan begitu, foto bisa menceritakan konteks, bukan sekadar objek.

5. Segera Kirim Foto via WhatsApp (Set HD)

Usahakan segera kirim foto via WhatsApp dengan pengaturan HD. Tujuannya sederhana: agar foto tidak pecah dan bisa langsung digunakan.

Kenapa WhatsApp dulu? Karena keluarga biasanya ingin segera membagikan foto ke kerabat masing-masing. Kecepatan lebih penting daripada kerapian arsip di awal.

Setelah kondisi sudah lebih kondusif dan keluarga membutuhkan file asli (raw image), barulah upload ke Google Drive sebagai arsip lengkap.

Tambahan Catatan Penting

  • Ambil foto seperlunya, jangan berlebihan
  • Utamakan dokumentasi umum, bukan close-up emosional
  • Jangan mengarahkan atau mengatur orang
  • Hormati ruang pribadi keluarga
  • Kalau ragu, lebih baik tidak memotret

Penutup

Pelayanan motret kedukaan bukan soal skill tinggi atau alat mahal. Ini soal empati, kepekaan, dan tahu kapan harus berhenti. Foto yang baik lahir dari sikap yang benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Training Drills Top Eleven per Posisi

Tokopedia.com - Solusi Belanja Cepat dan Hemat untuk Kebutuhan Sehari-hari Anda

Mengapa Saya Memutuskan Tidak Menjadi Platinum Buyer di Tokopedia