Iseng Cari Makanan Sehat di Minimarket, Aku Baru Ngeh Soal Agar-Agar
POV: lagi cari makanan yang kelihatan sehat
Waktu itu aku lagi di minimarket. Niatnya simpel: cari makanan ringan yang kelihatannya sehat dan nggak berat di perut.
Mataku berhenti di rak agar-agar. Swallow, Nutrijell, dan merk sejenisnya. Murah, familiar, dan dari dulu kesannya “aman”.
Tanpa rencana apa-apa, aku ambil satu, lalu iseng baca labelnya.
Tiba-Tiba Keinget Pelajaran SMA
Pas lihat tulisan agar, aku langsung keinget pelajaran biologi waktu SMA.
Dulu kita belajar kalau:
- Agar dipakai sebagai media kultur
- Bakteri dan mikroorganisme bisa tumbuh di atas agar
Dari situ, secara nggak sadar, agar-agar itu identik dengan sesuatu yang:
- Bersih
- Stabil
- Aman
Makanya dari dulu, agar-agar selalu dicap makanan sehat.
Terus Aku Baca Komposisinya
Di label gizi tertulis:
- Energi total: 25 kkal
- Per 1 sajian
Angka yang kecil. Masuk akal buat orang yang lagi jaga makan.
Tapi yang bikin aku mikir justru di bagian cara penyajian.
1 Sajian Pakai Hampir 900 cc Air
Di petunjuk tertulis, 1 bungkus agar-agar dimasak dengan sekitar:
- 900 cc air
- Kurang lebih setara 4 gelas
Dan di situ aku baru ngeh.
Rasa kenyang dari agar-agar itu datang dari volumenya.
Kenyang Karena Volume, Bukan Trik
Setelah dipikir-pikir, ini justru masuk akal:
- Airnya banyak
- Teksturnya padat
- Masuk ke perut pelan
Hasilnya: cepat kenyang, tapi kalorinya tetap rendah.
Dan menurutku ini bukan hal negatif.
Soal Serat, Jangan Salah Ekspektasi
Kalau dibandingkan dengan sumber serat lain seperti:
- Oats
- Kacang hijau
- Chia seed
Agar-agar memang bukan yang paling tinggi.
Tapi tetap ada fungsinya:
- Bantu nahan lapar
- Ngemil aman
- Nggak bikin kalori jebol
Kesimpulan Setelah Iseng Baca Label
Agar-agar itu bukan superfood.
Tapi sebagai makanan volume:
- Murah
- Rendah kalori
- Mudah dibuat
Kalau diposisikan dengan benar, agar-agar itu masih masuk kategori pilihan cerdas buat yang lagi cari makanan ringan dan simpel.
Ternyata, baca label bentar di minimarket bisa bikin keinget pelajaran SMA.

Komentar